Lifestyle

05 September 2026

· oleh Iwa Adnin · 7 menit baca

Piyungan Yogyakarta: Wisata, Sejarah TPA, dan Kuliner Terpopuler 2026

Piyungan Yogyakarta: Wisata, Sejarah TPA, dan Kuliner

Kupas tuntas Piyungan Yogyakarta: sejarah TPA Piyungan, deretan wisata alam tersembunyi, kuliner legendaris, hingga rekomendasi mampir ke Roti Gembong Gedhe Piyungan.

Kalau kamu ketik kata "Piyungan" di mesin pencari, kemungkinan besar hasil pertama yang muncul masih seputar TPA Piyungan. Wajar, karena selama hampir tiga dekade nama Piyungan memang lekat dengan tempat pembuangan sampah terbesar di Yogyakarta. Tapi coba deh gali lebih dalam sedikit saja, dan kamu akan kaget: Piyungan sekarang adalah salah satu kawasan dengan pertumbuhan wisata dan kuliner paling seru di sisi timur Kabupaten Bantul.

Dari sungai jernih yang jadi spot foto kekinian, situs purbakala berusia ribuan tahun, sampai deretan tempat makan yang selalu ramai antrean di akhir pekan — Piyungan ternyata jauh lebih kaya dari sekadar berita soal sampah. Yuk, kita bahas tuntas.

 

Di Mana Sebenarnya Letak Piyungan?

Piyungan adalah salah satu kapanewon (kecamatan) di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasinya strategis banget karena berada tepat di jalur penghubung Kota Yogyakarta menuju Gunungkidul, lewat Jalan Wonosari. Jaraknya dari pusat Kota Jogja sekitar 13-18 kilometer, atau kurang lebih 25-30 menit berkendara.

Karena posisinya yang jadi "gerbang" menuju Gunungkidul, Piyungan otomatis dilewati ribuan kendaraan setiap hari — baik warga lokal yang mau kerja, wisatawan yang menuju pantai-pantai selatan, maupun pelajar dan mahasiswa. Ini salah satu alasan kenapa kawasan ini makin lama makin hidup, terutama dari sisi kuliner dan usaha kecil menengah.

 

TPA Piyungan: Kenapa Nama Ini Begitu Melekat

Tidak bisa dimungkiri, kata kunci "TPA Piyungan" adalah salah satu yang paling banyak dicari orang saat mengetik "Piyungan" di internet. TPA (Tempat Pembuangan Akhir) atau yang juga dikenal dengan nama TPST Piyungan ini dibangun pada 1994-1996 dan mulai beroperasi sejak 1996, menampung sampah dari tiga wilayah sekaligus: Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul.

Selama bertahun-tahun, TPA ini jadi sorotan karena volume sampah yang terus membludak melebihi kapasitas, sampai akhirnya Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta secara resmi menutup TPA Piyungan secara permanen mulai April 2024.

Menariknya, penutupan ini justru membuka babak baru. Area di atas bekas TPA kini disulap menjadi destinasi bernama Puncak Sosok, yang menawarkan pemandangan senja yang memukau plus suasana hiburan di malam hari. Dari tempat yang dulunya identik dengan bau tak sedap, sekarang berubah jadi spot menikmati sunset yang justru dicari-cari anak muda Jogja. Transformasi yang related banget dengan semangat masyarakat Piyungan yang terus berbenah.

 

Deretan Wisata Alam Piyungan yang Wajib Dikunjungi

Selain cerita TPA, Piyungan sebenarnya menyimpan banyak "hidden gem" alam yang murah meriah dan ramah keluarga. Berikut beberapa yang paling hits:

1. Pasar Kebon Empring (Kebon Pring) Bintaran

Ini adalah primadona wisata kuliner tradisional di Piyungan. Berdiri sejak 2018 di pinggir Kali Gawe, Bintaran Wetan, Srimulyo, pasar ini awalnya cuma lahan kosong dan kebun bambu tak terurus. 

Photo of riverside

Foto sumber : gmaps oleh dee Tamiee

Untuk lokasinya bisa di search di gmaps PASAR KEBON EMPRING BINTARAN : https://maps.app.goo.gl/2q1nbHH4DxJrxdjx5

 

Sekarang, setiap akhir pekan selalu dipadati pengunjung yang datang untuk menikmati sate padang, nasi rendang, lotek, gado-gado, soto, hingga es dawet — dengan harga yang mulai dari seribuan saja. Suasana rimbun pohon bambu (empring) sambil dengar gemericik air sungai bikin betah berlama-lama.

 

2. Situs Payak

Buat kamu yang suka wisata sejarah, jangan lewatkan Situs Payak. Bangunan kuno berbentuk huruf "U" ini ditemukan sejak tahun 1970-an dan letaknya sekitar 6 meter di bawah permukaan tanah. 

Photo

Foto sumber : gmaps oleh Hanif Kusumaningtyas

Untuk lokasinya bisa di search di gmaps Situs Payak : https://share.google/Xyzlccf8d3KqZfiUp

 

Tidak banyak yang tahu kalau di Kapanewon Piyungan ada situs bersejarah semacam ini, padahal aksesnya mudah, ada di Jalan Wonosari.

 

3. Taman Ingas Kaligawe

Destinasi wisata kuliner sekaligus tempat santai pinggir sungai yang buka dari pagi sampai malam. Waktu terbaik berkunjung adalah sore menjelang malam, karena udara sejuk khas pinggir sungai dipadukan lampu-lampu yang bikin suasana makin syahdu. sayangnya sekarang sudah tutup. 

 

4. Gerbang Banyu Langit

Ikon menara bambu yang bisa dinaiki gratis ini jadi favorit keluarga karena dilengkapi wahana anak-anak dan kolam renang berair jernih.

Photo

Foto sumber : gmaps oleh Ginanjar Abdurrahman

Untuk lokasinya bisa di search di gmaps Gerbang Banyu Langit : https://maps.app.goo.gl/ZAPV6gtZgcdNEP4f8

 

5. Desa Wisata Srimulyo (Bukit Bintang & Watu Amben)

Terletak di ketinggian 110 meter di atas permukaan laut dengan suhu sejuk sekitar 23-24°C, Desa Srimulyo diapit dua sungai besar (Opak dan Gawe). Desa ini punya lebih dari 10 destinasi wisata berbasis komunitas, dan sejak 2021 bahkan dinobatkan sebagai "Smart Village". Icon paling terkenalnya adalah Bukit Bintang dan Watu Amben yang instagramable untuk foto senja.

Foto Sumber : Bukit Bintang Di Gmaps

Untuk lokasinya bisa search di gmaps bukit bintang : https://maps.app.goo.gl/zNZr4Y11qT84wrVe6 

Foto Sumber : Watu Amben di Gmaps

Untuk lokasinya bisa search di gmaps Watu Amben : https://maps.app.goo.gl/5F7CfAyXigZjVc599

 

Kuliner Piyungan: Surga Rasa yang Bikin Mager Pulang

Kalau soal makanan, Piyungan itu juara. Ada beberapa kuliner legendaris yang selalu jadi buruan warganet:

  • Soto Bathok Mbah Katro & Soto Bathok "Kangen Ndeso" — soto khas dengan mangkuk batok kelapa, harga super ramah kantong.
  • Soto Tempuran Piyungan — cukup modal lima ribu rupiah, sudah bisa menikmati soto porsi melimpah dengan bonus pemandangan sungai gratis.
  • Angkringan dan cafe pinggir sungai seperti Kalla Senja, yang jadi tempat nongkrong favorit anak muda saat sore hari.
  • Ayam Kuah Pak Ragil di Sitimulyo, yang legendaris karena rasa kuahnya yang khas.

Nah, dari semua wisata kuliner di atas, ada satu yang sekarang jadi buruan baru warga Piyungan dan sekitarnya: roti kekinian yang selalu ramai antrean setiap sore.

 

Jangan Pulang dari Piyungan Sebelum Mampir ke Roti Gembong Gedhe

Foto roti gembong gedhe piyungan Depan indomaret piyungan pas 

 

Setelah lelah keliling Kebon Empring, Situs Payak, atau menikmati sunset di Puncak Sosok, rasanya kurang lengkap kalau belum mampir ke Roti Gembong Gedhe Piyungan. Buat yang belum familiar, roti gembong adalah roti dengan tekstur lembut yang bagian atasnya "menggembung" besar setelah dipanggang — dan Roti Gembong Gedhe sudah dikenal luas sebagai salah satu brand roti gembong terbesar di Indonesia, dengan lebih dari 150 titik outlet yang tersebar di seluruh Pulau Jawa, termasuk cabang yang ada di Piyungan.

Kenapa layak mampir?

  • Fresh from the oven setiap hari. Roti dipanggang langsung di outlet, jadi kamu bisa merasakan sensasi roti hangat dengan aroma panggangan yang menggoda begitu turun dari kendaraan.
  • Varian rasa dan topping melimpah. Mulai dari varian manis seperti cokelat, keju, ovomaltine, sampai varian asin/gurih — semua tersedia dalam satu outlet, cocok untuk semua selera keluarga.
  • Harga bersahabat di kantong. Cocok jadi camilan sore, teman ngopi, sampai oleh-oleh khas dari Piyungan buat dibawa pulang.
  • Lokasi strategis di jalur Jogja-Wonosari. Karena Piyungan adalah jalur utama menuju Gunungkidul, outlet Roti Gembong Gedhe di sini jadi titik istirahat favorit — baik untuk warga lokal maupun wisatawan yang sedang otw ke pantai selatan.
  • Bisa juga dipesan lewat aplikasi online buat kamu yang lagi malas keluar rumah tapi kepengen ngemil roti gembong hangat.
  • Foto pertama roti gembong gedhe sarikaya, foto kedua rollbon yang sudah tersedia di outlet roti gembong gedhe piyungan buat kamu yang suka abon gulung isi abon ayamm ready

  •  

Jadi kalau rencana jalan-jalanmu sudah sampai di titik "habis dari Kebon Empring mau ke mana lagi ya", jawabannya gampang: mampir dulu ke Roti Gembong Gedhe Piyungan, borong beberapa varian topping favorit, terus lanjut nikmati sunset di Puncak Sosok sambil ngemil roti hangat. Kombinasi liburan hemat, kenyang, dan estetik dalam satu paket.

 

Tips Berkunjung ke Piyungan

  1. Datang di sore hari kalau ingin menikmati suasana adem sekaligus sunset di beberapa spot wisata sungai.
  2. Bawa uang tunai secukupnya karena banyak warung kuliner tradisional di Piyungan yang harganya justru mulai dari seribuan.
  3. Cek jam operasional masing-masing tempat, karena beberapa spot wisata seperti Pasar Kebon Empring punya jam buka berbeda antara hari kerja dan akhir pekan.
  4. Sisihkan waktu mampir kuliner — jangan cuma foto-foto di spot wisata alam, karena kuliner khas Piyungan (soto bathok sampai roti gembong) justru jadi bagian pengalaman yang paling diingat.
  5. Pantau media sosial outlet kuliner setempat, termasuk Roti Gembong Gedhe, karena sering ada promo menarik untuk pengunjung baru.
  6.  

Penutup

Piyungan sudah lama dikenal lewat cerita TPA-nya, tapi cerita itu bukan satu-satunya identitas kawasan ini. Dari sungai jernih, situs purbakala, sampai kuliner legendaris — Piyungan membuktikan diri sebagai destinasi yang layak masuk daftar jalan-jalan akhir pekanmu. Dan kalau sudah sampai di sana, jangan lupa mampir ke Roti Gembong Gedhe Piyungan untuk menutup perjalananmu dengan roti hangat yang bikin nagih.

Pesan Sekarang!